by Admin

Wahana Syiar Digital di Ponpres Gontor

March 24, 2010 in Event by Admin

Kembali Telkom Indonesia bekerjasama dengan Republika menggelar Program Corporate Social Responsibility (CSR) Santri Indigo Tahap II Angkatan 4. Kali ini Santri Indigo yang dikemas dalam sebuah pelatihan Internet Wahana Syiar Digital dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Gontor, Ponorogo tanggal 23-24 Maret 2010. Pelatihan diikuti oleh santri kelas 11 ke-atas didampingi ustadznya dari berbagai pondok pesantren di Ponorogo. Chief Information Officer Telkom Indonesia, Indra Utoyo, turut menyampaikan kuliah dengan tema “Internet sebagai Wahana Syiar Digital”.

CSR Santri Indigo ini mendorong umat Muslim, khususnya para santri dan ustadz agar berdakwah di Internet. Para santri dilatih membuat weblog, diajarkan teknik menulis yang baik dan benar, diberi wawasan teknologi informasi, dan berbagai motivasi dari para pakar. Pelatihan internet mendatangkan pengajar dari unsur birokrat, pakar informasi, akademisi, profesional, dan praktisi media.

Operational Senior Manager Unit Information System Reginal V TELKOM, Lukman Hakim dalam sambutannya mengatakan pengetahuan yang diperoleh dari ini bisa ditularkan ke komunitas pesantren lainnya. Para peserta juga bisa mengakses bermacam konten game, edukasi, musik dan animasi melalui situs Indigo di Pasarkreasi.com serta bergabung dalam komunitas Indigo.

“TELKOM memberikan reward Indigo Fellowship dan Indigopreneur untuk anggota komunitas yang berprestasi setahun sekali. Selain itu ada penghargaan TELKOM Smart Campus Award khusus untuk sekolah yang membuat blog yang dinilai sangat bermanfat bagi pendidikan dan masyarakat umum,” ungkap Lukman.

Pimpinan Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal menjelaskan bahwa Pondok Pesantren yang dibinanya ini sejak awal berjiwa modern dan berwawasan ke depan. “Ciri-ciri kemodernan adalah integrated thinking, berfikir maju. Salah satunya adalah menerima adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Ponpes Gontor tidak dikotomis. Lagipula iptek bagian dari ajaran Islam. Ciri-ciri kemodernan yang lain adalah sistematis terorganisir, menghargai waktu, dan berkeadilan sosial,” tambahnya.

by Admin

Wahana Syiar Digital di Pekalongan

January 29, 2010 in Event by Admin

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, umat Islam khususnya para santri harus mampu mengikuti dan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan dakwah dan memperkaya wawasan keilmuan, agar tidak ‘tenggelam’ di tengah perubahan dunia, karena pada akhirnya perkembagan teknologi bisa mengancam tata kehidupan serta nilai- nilai keislaman. Hal ini ditegaskan Pemimpin Redaksi Harian Umum Republika, Ikhwanul Kiram pada pembukaan ‘Pelatihan Internet Pesantren – Wahana Syiar Digital yang dihelat di Pondok Pesantren Modern Al- Quran, Buaran, Kota Pekalongan.

Hal senada juga dikemukakan oleh Teguh Prasetyo, GM Unit Customer Service Regional IV PT Telkom Indonesia Tbk tentang pentingnya para santri untuk mengusai teknologi informasi ini. Menurutnya, Umat Islam juga memiliki kewajiban besar untuk membangun kesejahteran di bumi ini. Dengan kemampuan dalam memanfaatkan internet, para santri kelak akan dapat mewarnai pesatnya perkembangan teknologi informasi ini dengan berbagai khasanah keislaman.

Sepakat dengan Kiram, pengasuh ponpes modern Al-Quran, KH Zaky Arslan Djunaid mengibaratkan internet adalah ‘pedang’ yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat. “Karena itu, ia sepakat bahwa ketrampilan dan penguasaan perkembangan teknologi informasi diberikan kepada para santri, agar mereka memiliki bekal untuk menjawab tantangan dan kebutuhan umat Islam,”. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap hajat sosial yang dihelat buah kerjasama antara Harian Umum Republika dengan Telkom Indonesia ini.

Pada puncak acara pembukaan ini, walikota Pekalongan dr H Basyir Achmad menggaris bawahi pentingnya teknologi informasi untuk dipelajari di pesantren. Dalam motivasinya, walikota juga berpesan kepada para peserta Pelatihan Internet Pesantren Wahana Syiar Digital tahap II angkatan ke-tiga ini agar jangan ragu-ragu menggunakan teknologi internet untuk berdakwah di dunia maya.

Usai pembekalan kepada para santri, diteruskan dengan materi tentang koneksi internet oleh Manajer DVAS PT Telkom Pekalongan, Minto Rahadi, dengan harapan para santri memahami berbagai cara untuk dapat menjelajah dunia maya

Agar para santri dapat menggunakan internet secara baik dan benar, mereka juga mendapatkan materi tentang internet sehat yang dibawakan oleh Suaida Lubis, seorang akademisi dan penggiat remaja dari DI Yogyakarta. Sedangkan untuk mengatasi kemacetan dalam menuangkan dakwahnya di dunia maya, para peserta juga mendapat materi tentang teknik menulis yang dibawakan oleh Indra Wisnu Pradana, Kepala Biro HU Republika Yogyakarta.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu dari 27-28 Januari 2010. Pada hari kedua, hadir Eko Ramaditya Adykara, seorang tunanetra yang piawai dalam dalam mengoperasikan komputer dan menjadi music composer pada salah satu game online papan atas dunia. Rama demikian panggilan akrabnya memberi semangat kepada para santri agar serius dalam mempelajari ilmu informasi dan internet. Berikutnya, pesan-pesan CIO Telkom Indonesia mengenai Internet sebagai Wahana Syiar Digital disampaikan oleh Kuncoro Wastuwibowo dari Direktorat IT Telkom, karena Bapak Indra Utoyo yang biasanya selalu hadir itu sedang mengikuti kegiatan lain yang tak dapat ditinggalkan.

Paruh waktu hari kedua diisi dengan praktik membangun web sebagai sarana dakwah di internet. Materi ini secara maraton disampaikan oleh tim dari HU Republika.